Angin itu semakin kencang, tak bisa dikatakan kekencangannya. Aku tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Yang aku rasakan adalah terbang ke angkasa bersama Angela. Aku tatap matanya dia tatap mataku. Serasa tiada beban hanya rasa bahagia. Sekitarku berwarna merah muda semua. Sesaat setelah kami sadar. Semua hilang. Hilang entah kemana. Tak ada satupun serpihan Kristal. Kedua lelaki itu terjatuh di tanah. Pasti inilah kekuatan cinta. Aku memeluk Angela, memeluknya dengan erat dan tak ingin melepaskannya.
Esoknya kami melanjutkan perjalanan mengembara di megazone. Pengalaman kemarin adalah pengalaman yang tak terlupakan. Kami tiba di sebuah padang gurun. Udaranya sungguh panas, kami berhenti. Tiba-tiba dari bawah tersembur api. Aku kira John. Ternyata bukan, Ia Tom aku kenal. Yang satunya lagi Jane teman adikku. Dia cantik. Tapi cintaku untuk Angela.
Tom dan Jane adalah penguasa daerah gurun. Mereka ingin mencoba bertanding dengan kami. Kami tak tahu kekuatan lawan kami. Tapi dilihat dandanannya, Jane punya kekuatan bulan. Biasanya, pemilik kekuatan bulan punya kemampuan meramal. Entah apa yang telah Ia ramalkan. Sedangkan Tom, punya kekuatan api, padahal api adalah kekuatan John. Apakah Ia dapat menguasai banyak jurus? Atau Ia punya jurus menjiplak kekuatan? Entahlah.
Pertandingan dimulai. Tom tetap menggunakan semburan-semburan apinya, kami terus menghindar. Jane, nampak diam saja di sana. Aku menyemburkan petirku, tapi Tom memunculkan perisai batu dari tanah. Aku masih penasaran dengan jurusnya. Angela mengeluarkan jurusnya tapi gagal karena mereka menggunakan kacamata Kristal hitam.
Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar