Pertarungan belum berakhir, aku sudah kehabisan tenaga. Apakah aku akan berakhir disini? Apakah aku tak mampu mengungkap misteri megazone? . . . Tidak! Aku harus kuat demi Angela, demi Megazone, dan demi semuanya. Aku berdiri dan kembali menyerang. Meski aku tak tahu apa kekuatanku, aku harus bisa menyelamatkan orang yang aku cintai. Saat aku berlari ke arah Angela, tiba tiba langkahku terhenti. Kakiku tertahan oleh tanah. Punggung serta tangan dan kakiku juga terikat dengan tanah.
Aku merenung, dan aku berpikir. Apakah benar aku bisa? Apakah benar aku kuat? Aku ini lemah. Mungkin aku bisa mengandalkan pikiranku, tapi tanpa kekuatan super, semua sia sia. Aku jatuh dan frustasi. Aku gagal. Musuhku air dan tanah. Ya! Itu dia! Petir, dengan petir, batu akan hancur dan air juga akan tersetrum. Aku dapat langsung mengalahkan kedua musuhku sekaligus. Tapi, percuma saja, tak ada sumber listrik. Musuhku berlari ke arahku dan siap menghancurkanku. Aku akan mati.
Tiba-tiba saja aku mendengar suara Angela berteriak “ Ayo Kak Ken, berjuanglah!” Suaranya terdengar sangat jelas meskipun jarak kami sangat jauh. Saat pria bertopeng itu hendak memukulku, dari tubuhku mengalir listrik, makin lama makin besar, besar, besar, dan besar. Aliran itu berubah menjadi petir dan menghancurkan batu dan musuhku. Petir tersebut juga menyambar air dan menyetrum pengendali air. Ternyata itu kekuatanku, kekuatan petir. Angela terbebas, Ia langsung bercahaya, aku terbang ke langit, setelah cahaya hilang, musuh sudah kalah. Kami buka topeng mereka ternyata dia adalah Son dan Sera. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan.
Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar